Kamis, 31 Maret 2011

Hutan Kita Mulai Terusik Apa Tindakan Kita?


      Siapa di dunia ini yang tidak tahu hutan. Suatu areal lahan yang terbentang luas dan ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon dan memiliki kekayaan keragaman hayati didalamnya. Bukan rahasia lagi jika hutan memiliki banyak manfaat serta jutaan keindahan. Tidak heran hutan memiliki andil penting dalam kehidupan kita. Manusia dan alam memiliki ketergantungan yang besar pula terhadap hutan.  Seperti yang kita ketahui hutan merupakan sumber kehidupan bagi kita yakni sebagai pemasok oksigen, mencegah banjir serta erosi, sebagai tempat untuk mempertahankan keanekaragaman flora dan fauna, sebagai sarana wisata maupun rekreasi, kayu yang dihasilkan hutan juga tidak sedikit memberi keuntungan bagi kita untuk pemasukan devisa negara. Inilah pesona hutan hijau kita yang menyimpan banyak kecantikan alam yang memang selayaknya patut kita jaga kelestariannya untuk hari ini dan seterusnya. Ini juga merupakan anugerah yang harus disyukuri serta dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Indonesia.
 
     Hutan Indonesia salah satu yang terluas di dunia. Itu sebabnya hutan Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia. Sejalan dengan laju pembangunan, hutan-hutan mengalami perubahan yang sangat serius. Penebangan yang dilakukan banyak pihak, mulai pengusaha besar, oknum aparat, sampai penduduk di sekitar maupun di luar hutan baik dari dalam maupun luar negeri telah menjadikan hutan begitu rusak. Penebangan hutan tanpa penanaman kembali serta tidak diindahkannya kelestarian hutan, semakin memperparah kondisi hutan rimba kita, seperti luas hutan yang semakin menyempit, kebakaran hutan yang semakin sering, dan hutan gundul yang semakin merajalela. Rusaknya hutan di Indonesia mengakibatkan fungsi hutan sendiri terus menurun. Dalam bukti nyata, dewasa ini banyak sekali dampak negatif yang timbul akibat terusiknya hutan hijau kita, mulai dari banjir, longsor, punahnya beraneka ragam flora dan fauna, hingga memanasnya suhu di bumi. Bagaimana tidak jika dipikir memang setimpal apa yang terjadi saat ini di bumi teutama di Indonesia dengan ulah tangan manusia yang terus membabat habis dan merusak hijau rimba hutan kita. Di negeri ini hutan mendapat beban berat sebagai penggerak perekonomian bangsa, dan kini telah sampai pada titik nadir. Tanpa berpikir panjang masyarakat yang tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan hutan akan terus melanjutkan aksi negatif mereka. Saat ini keadaan bumi semakin kritis. Penggundulan hutan menjadikan udara semakin panas. Lapisan es di kutub bumi pun mencair. Kerusakan hutan ini menjadi awal dampak pemanasan global. Inilah potret buram hutan Indonesia yang semakin terusik keberadaannya. Memang hanya materi dan keuntungan yang mereka pikirkan, namun bagaimana dengan generasi kita selanjutnya nanti. Dengan kondisi hutan Indonesia yang semakin parah ini. Itu menandakan semakin sempit peluang bumi untuk bernafas. Karena memang, hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia.  Bisa jadi dimasa yang akan datang manusia akan saling berebut oksigen atau bahkan menjual oksigen karena oksigen yang kini gratis di berikan oleh Tuhan dengan hijaunya hutan yang telah diciptakannya sebagai pemasok oksigen akan semakin langka karena ulah manusia yang merusak semua itu. Masih bisakah kelak kita melihat hutan hijau kembali?. Semua jawaban ada ditangan masayarakat Indonesia sendiri. Dimana masa depan hutan tergantung pada usaha kita dalam melindunginya.
 
     Sudah saatnya masyarakat dan pemerintah berkaca dari dampak negatif rusaknya hutan kita. Untuk mengatasi kerusakan hutan Indonesia seperti yang terjadi saat ini, masyarakat dan pemerintah harus duduk berdiskusi bersama membahas keadaan hutan Indonesia sekarang ini. Berbagai tindakan dalam penyelamatan hutan segera dilakukan. Mulai dari reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul, menempatkan penjaga hutan / polisi kehutanan yang bertanggung jawab dan menggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mampu menekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, menerapkan sistem tebang pilih dalam penebangan hutan, hingga menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. Tidak sampai disitu perwujudan toleransi masyarakat dalam penyelamatan hutan juga terwujud melalui gerakan Stop Global Warming dan maraknya kegiatan untuk menjadikan bumi semakin hijau ( Go Green ). Maka sangat beralasan menghargai toleransi masyarakat di dalam dan sekitar hutan sebagai mitra utama pengelolaan hutan menuju penyelamatan hutan yang semakin lestari. Selain itu wujud toleransi kita dalam menyelamatkan hutan juga dapat dilakukan dengan  tindakan menanam, memelihara, meremajakan, dan memanfaatkan kembali pohon yang ada disekitar kita. Dimulai dari yang kecil, dilakukan dari diri kita sendiri, dan diawali dari sekarang. Meskipun hanya hal sepele seperti penanaman satu pohon oleh satu individu yang dapat mengurangi dampak kerusakan hutan hingga ke dampak paling besar yakni Global Warming. Bisa kita lakukan dengan tindakan penanaman pohon dimulai dari pekarangan sendiri, kemudian pemeliharaan sebaik mungkin, hingga barulah kita memanfaatkan pohon yang kita rawat tadi secara bijaksana. Selain itu kesadaran untuk tidak menebang pohon secara sembarangan, mencabut atau merusak tanaman sekitar, tidak membuang sampah sembarangan terutama yang berbahan plastik, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala dan meninggalkan api unggun atau api bekas memasak dalam keadaan menyala ketika di hutan maupun di area lain dapat menjadi langkah kecil masyarakat dalam menyelamatkan hutan dan alam sekitar yang bisa dilakukan sejak dini sebagai lompatan besar dimasa yang akan datang. Dengan kesadaran yang baik dari masyarakat saya yakin pemerintah dapat menilai kinerja dan kesadaran masyarakat tersebut dalam penyelamatan hutan hingga pada akhirnya pemerintah juga akan mengambil andil besar dalam mengatasi terusiknya hutan kita. Pemerintah berusaha melalui UU mengenai perlindungan hutan dan kebijakan-kebijakan tegas dalam penyelamatan hutan agar sedikit banyak dapat mengurangi angka kerusakan hutan di Indonesia.
 
     Mulai saat ini jangan ragu untuk berbuat hal kecil demi kebaikan dimasa depan. Begitulah harapan untuk menggugah setiap orang untuk bisa ikut andil dalam usaha penyelamatan dan kelestarian hutan yang memiliki jutaan keindahan serta manfaat di dalamnya. Sampai disini masih tegakah kita mengusik keindahan serta keberadaan hutan milik kita?. Hutan milik kita, hutan kekayaan kita, hutan sumber kehidupan kita tidak sepantasnya kita merusak hutan yang telah memberikan jutaan manfaat bagi kehidupan. Sayangi hutan maka hutan akan memberikan hasil sumber dayanya yang luar biasa pada kita manusia yang selalu bergantung pada hijaunya hutan. Jika telah seperti ini mimpi untuk menjadikan hutan hijau kembali sudah di depan mata.
 
     Hutan yang terselamatkan juga akan menyelamatkan kelangsungan hidup masyarakat. Untuk itu berbagai toleransi yang dilakukan masyarakat dalam menyelamatkan hutan begitu besar dampaknya bagi kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang. Sekecil apapun toleransi itu setidaknya dapat menjadi langkah kecil dalam mencegah masalah besar kerusakan hutan rimba kita. 
 
NB: Alhamdulillah... ini hasil essay buatan saya waktu ikut OKI