Minggu, 26 Juni 2011

SIAPAPUN DIRIMU AKU INGIN SYAHID BERSAMAMU




Munafik kalo aku tak inginkan pendamping  semulia Muhammad SAW & setampan nabi Yusuf  as….tapi apa daya pula aku tak sesholehah Khodijah, dan aku tak sekuat maryam maupun setegar Siti hajar…Ah bicara apa sih aku ini !!! Tidak tau tiba-tiba pikiran- pikiran tentang semua ini melesat perlahan dalam otaku *jadi malu-maluin . Memang penting juga & perlu dipikirkan juga apa lagi ini menyangkut penyempurnaan separuh dien ku. Tapi…wanita sepertiku apa pantas bermimpi memiliki pasangan sedemikian hebat! Sementara hamba ini tak punya daya dibanding mereka…untuk itu aku coba memilihmu, memilih dirimu yang lebih dari aku. Lebih sholeh, lebih ta’at ibadahnya ,lebih pandai, lebih tampan (ahahag maunya :D)*ah tampan itu relatip gan!, lebih kaya monyet amalan nya ^^ lebih-lebih  jangan kelebihan berat  badan. Kalo sudah begitu kau maukan berbagai kelebihanmu padaku??
 Tapi itu nanti…nanti  kalau Robbku sudah ijinkan aku pilih dirimu. Nanti kalau Engkau telah halalkan aku denganmu. Dan siapapun dirimu aku ingin syahid bersamamu…
Doaku…Ya Robb jangan Kau biarkan hambamu ini terjerumus  dalam kubangan cinta nafsu, dekatkanlah hatiku selalu padaMU agar rasa cintaku ini selalu untuk diriMU & untuk dia yang telah Engkau halalkan untuku…

Kebahagiaan Dunia yang Berlanjut di Akhirat


Siapa yang tak ingin bahagia dunia akhirat? Sudah bisa dipastikan anak TK sekalipun menginginkan  hal tersebut. Karena hari ini saya tidak ingin kebahagian ini saya rasakan sendirian, maka saya akan berbagi tujuh indicator kebahagiaan dunia yang berlanjut di akhirat… cekidot---à
1.   Kalbun  syakirun
( hati yang bersyukur)

2.  Al- azwaju sholeha)
(pasangan yang baik)

3.  Al- aulaadul abrar
(anak yang sholeh)

4.  Al- biatus sholeha
(lingkungan yang baik)

5.  Al- malul halal
( harta yang halal)

6.  Tafakkah fiddin
(semangat memperdalam agama)

7.  Al –umrul barokah
(umur yang berkah)
Harapanku saudaraku kita semua mendapat ketujuh indicator tersebut…sama-sama kita berharap…sama-sama kita tersenyum menggapainya